Kakak beradik yang tidur di kandang ayam

Dony Wismayana, 1 December 2011 – Menanggapi tentang berita sameton kita di Patiga di koran, Saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke lokasi.

Siang itu berkordinasi dengan teman lainya Gusti Sumerdayasa untuk menanyakan no kontak dari kelian dinas yakni pak Ketut Korma Astawa ato yang lebih dikenal dengan sebutan pak Rudi. Setelah kontak via telp maka akhirnya berangkatlah kesana, dengan posisi meeting point di depan bale banjar desa Patiga.

Setelah bertemu dengan beliau akhirnya saya diantarkan langsung menuju kediaman ibu I Made Becung dan bapak I Ketut Ceteng. Setelah sampai di sana, saya terhenyak melihat langsung seperti apa, dan benar saja bahwa kondisinya kediamannya sepertia apa adanya yang diberitakan, sedih tp saya malu untuk meneteskan airmata, karena melihat mereka berdua dan ada beberapa sanak familinya juga kebetulan sedang ada disana terlihat tegar dengan kondisi yang mereka hadapi. Setelah berbincang2 dengan kelihan dinas nya, akhirnya saya mendapatkan beberapa info juga yakni:

  1. Bahwa benar sehari setelah berita tersebut dimuat di koran, kepala dinas sosial langsung datang meninjau dan memberikan pengarahan kepada kelihan dinas untuk:- pembebasan administrasi kepundudukan (ktp dan pengobatan gratis)
    – pemberian raskin┬ádan juga membawa beberapa kebutuhan sembako ( roti dan mie instan ) pada kunjungan pertama.Lalu pada kunjungan kedua beliau membawakan perlengkapan dapur ( panci dan penggorengan dsb, saya tidak sempat mendokumentasikan brg2nya)
  2. Kepala dinas sosial telah meminta kelihan dinas untuk membawakan proposal bedah rumah ke kantor beliau untuk segera diajukan kepada pihak yang terkait dengan hal ini, dan mungkin seperti yang kita tahu bahwa kemungkinan hal tersebut masih dalam daftar tunggu dari sekian banyaknya proposal bedah rumah di tabanan.
  3. Ada juga ternyata seorang ibu Dermawan (Ibu Rika) telah langsung datang sempat membawakan sembako juga, pada kunjungan kedua beliau menyerahkan bantuan berupa kasur Springbed (telah saya dokumentasikan) (saya pribadi senang bahwa ada jg jiwa sosial yang tergerak untuk membantu, tp jg sekaligus merasa ironis, rumah aja ancur ini malah dibelikan spring bed, waktu saya datang sedikit terkejut saya kondisi tersebut) tp kembali lagi kalo memang niat membantu ya sudah hajar saja. salut dengan ibu Rika ini)
  4. Ibu Rika ini meminta Pak Ketut Kelihan dinas ini untuk dibuatkan RAB bedah rumah tersebut, sesuai dengan instruksi tersebut maka oleh Pak Ketut dibuatkanlah RAB rumah 4x6m dengan dapur hingga finishing beliau hitung dengan angka mencapai 30jt.namun hingga kini masih kesulitan untuk menghubungi ibu Rika untuk proses lebih lanjutnya. saya sempat mengutarakan kepada Pak Ketut bahwa alangkah baiknya jika memang nanti bisa terealisasi tentang bedah rumah ini, Ibu Rika bisa berkordinasi dengan kita dari TALOV untuk melangkah bersama2, dan kini tinggal menunggu kontak dari Ibu Rika kepada Pak Ketut, mudah2an niat baik kita dipertemukan dengan jalan yang baik pula.

Dan beginilah kondisi rumah mereka: