Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada rekan – rekan donatur yang telah dengan tulus iklas menyisihkan waktu, tenaga, pikiran dan dana kepada Kadek Adi Suarbawa yang kini dirawat di Rumah Sakit Sanglah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada managemen Rumah Sakit, yang telah memberikan pelayanan baik kepada Kadek dan juga tamu yang telah berkunjung, walaupun kami jadinya sedikit merepotkan. Kami beserta keluarga mohon maaf kepada para pasien yang berada disebelah Kadek, karena merasa terganggu dengan banyaknya pengunjung yang menjenguk kadek. Berikut ini saya akan tuliskan laporan hasil penggalangan dana yang kami dapatkan baik melalui rekening maupun cash.
Pada tanggal 15 Maret 2012 pukul 00.03 dini hari, rekan kami Nur Vitria telah menghitung seluruh dana yang masuk disaksikan keluarga Kadek sendiri di Rumah Sakit. Dana cash yang terkumpul saat itu sebesar Rp. 101.319.650. Begitu selesai penghitungan, rekan kami Nur Vitria juga langsung memposting besarnya dana yang didapatkan oleh Kadek Adi di Rumah Sakit di Group FacebookContinue Reading
Kamis, 8 Maret 2012 Seorang kakek dan nenek jongkok di teras kamar Rumah Sakit mengambil bungkusan nasi dari daun pisang yang baru saja dibawakan oleh anaknya dari desa Karya Sari, Blimbing, Pupuan. Mereka langsung saja menyapa saya yang terlihat bingung mencari kamar 301 di Gedung Angsoka Rumah Sakit Sanglah, tempat dimana Kade Adi Suarbawa dirawat.
Sepertinya mereka mengetahui maksud saya datang kesana karena saya kebingungan, dan mereka menyapa saya duluan. Mungkin dikarenakan sehari sebelumnya banyak rekan – rekan dari talov dan media yang datang menjengkuk kesana. Continue Reading
Mebalih Tipi yuk,,, demikian kenangan saya waktu masa kecil di era tahun 70-an. Ketika itu paman saya mengajak saya jalan-jalan menuju kantor Kecamatan Tabanan mebalih TIPI. Saya pun belum mengerti bagaimana bentuk TIPI, dan tidak mengerti mebalih TIPI itu seperti apa? Saya pun berangkat dengan penasaran.
Sesampai di depan kantor Camat (Areal Taman Kota Sekarang), saya hanya melihat kerumunan orang berdiri di jendela rumah dinas disebelahnya. Karena saya masih kecil, saya pun tidak bisa melihat kedalam. Terhalang oleh orang-orang dewasa yang menghadap ke dalam. Saya hanya bisa melihat beberapa lukisan didinding. Beberapa menit saya mengira lukisan-lukisan itulah TIPI yang di tonton orang.
Ditengah maraknya organisasi masyarakat yang diperbincangkan saat ini baik di media konvensional maupun moderen, kami berusaha tetap pada jalur kami untuk melakukan perubahan.
Pagi itu, hari minggu 19 Februari 2012, seluruh tenda telah terpasang dengan rapi sesuai dengan tata letak yang telah ditentukan sehari sebelumnya. Cuaca sedikit mendung membuat kami merasa agak cemas, apakah acara bisa berjalan dengan lancar atau tidak. Ya, pada hari itu, kami telah membuat sebuah karya untuk kemanusiaan dengan mengadakan lomba menggambar dan juga ngamen sosial untuk penggalangan dana kemanusiaan yang kami berikan kepada sahabat kami di Tabanan.
Komentar Terakhir