Mimpi-Mimpi Indah

“Kalau mimpi jangan mimpi yang kecil, bermimpi itu harus mimpi yang besar. Kalau mimpinya kecil ya hasilnya segitu-gitu saja.”

Demikian ungkapan salah satu founder keripik terkenal di negeri ini. Mengikuti berbagai topik-topik diskusi yang mengalir di media Facebook Talov seakan menyentak kita bahwa sangat banyak harapan yang sebenarnya adalah mimpi-mimpi kita semua dengan segala macam cara penyampaiannya. Kita semua ingin menjadikan mimpi itu menjadi sebuah kenyataan, menjadikan kota kecil Tabanan ini menjadi sebuah kota yang memberikan harapan hidup yang baik bagi masyarakatnya.

Banyak sekali mimpi-mimpi yang sudah mulai terwujud oleh kerja keras penggagasnya. Sebut saja mimpi untuk membantu masyarakat yang tidak mampu terwujud melalui bedah rumah, mimpi untuk membantu impian anak-anak dalam meraih kehidupan dan masa depan yang lebih baik telah terwujud melalui kelas beranda dan donasi beasiswa, mimpi untuk membantu anak-anak yang tertimpa musibah agar tetap dapat menikmati indahnya dunia telah terwujud melalui siu ajak liu, dan juga masih banyak impian-impian lain yang belum sempat terealisasi dalam waktu dekat.

Secara umum mimpi masyarakat Tabanan adalah menciptakan Tabanan yang lebih bergairah dalam berbagai aspek kehidupan secara menyeluruh dan memberikan nafas kehidupan masing-masing pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Berbagai usulan mulai dari membentuk kampung-kampung kreatif, memberdayakan lokasi-lokasi wisata, penataan kawasan kota, belanja ke desa, simplify birokrasi di layanan publik, menata kawasan ekowisata,  serta masih banyak lagi yang lainnya. Sungguh luar biasa mimpi-mimpi tersebut.

Tabanan sebagai salah satu kota terdekat dengan ibu kota propinsi perlu lebih gegas ditengah derap dan geliat kota-kota di sekitarnya yang terus berbenah. Kita tidak lagi berada di era “alon-alon kelakon” tapi era “the world is flat” kata Thomas L. Friedman yang membuat orang bergegas,simplify the things, dan efektif. Dengan jenuhnya kawasan Denpasar seharusnya menjadikan Tabanan sebagai kota alternatif bagi pertumbuhan perkotaan. Dalam mimpi kita Tabanan akan menjadi sentra yang diperhitungkan dengan kekuatan lahan-lahan pendukung sumber daya untuk mendukung berbagai aspek mulai dari pertanian, sumber daya kelautan, dan pusat perekonomian lainnya.

Dengan jumlah anggota lebih dari 1000 member dari berbagai disiplin ilmu dengan pengalaman individunya yang beragam adalah assets yang luar biasa dimana jika dikelola secara maksimal akan memberikan dampak perubahan yang signifikan dalam beragam aspek kehidupan. Dengan usianya yang relatif muda dan perjalanan yang masih cukup panjang, organisasi non formal Talov telah menelurkan ide dan mimpi-mimpi besarnya, dan dengan budaya demokrasi dan ngayahnya diharapkan muncul pemimpin-pemimpin yang mau mendengar dan mampu bersinergi dengan rakyatnya untuk menciptakan hal-hal positif dengan cara-cara yang elegan.

Mimpi itu mahal, bermimpilah sesuai passion kita, dan kita pikirkan bersama jalan keluarnya (eksekusi) bersama-sama untuk Tabanan yang lebih baik. Memang tidak semua mimpi indah itu akan berjalan sesuai harapan, namun jauh lebih baik daripada memendam mimpi selamanya. (image:alexross.com)