Categorized | Kabar Anyar, Opini

Tabanan, My Radiator Spring

Posted on 23 April 2012 by edisusanta

Beberapa waktu yang lalu seorang sahabat talov memposting sebuah status yang mempertanyakan : “Kota Tabanan itu yang mana? Kok, lebih rame di Kediri”

Terus terang pertanyaan serupa pernah saya terima dari teman-teman saya yang berasal dari daerah lain ketika sempat menempuh pendidikan di Denpasar beberapa tahun yang lalu.

Kini ketika pertanyaan serupa kembali muncul dalam sebuah posting di group Tabanan Lovers pada jejaring sosial Facebook, saya mengikuti dan membaca komentar-komentar dari para sahabat talov yang lain, dan kemudian berasumsi penyebab dari munculnya pertanyaan dari warga daerah lain yang pernah atau sering melintasi kabupaten Tabanan adalah adanya jalan  yang memotong dari kediri ke pesiapan.

Keberadaan jalan ini otomatis mengalihkan jalur lalu lintas yang dahulunya melewati kota Tabanan, sehingga wajar kini orang cenderung tidak tahu ibu kota Tabanan, dan menyangka Kediri adalah pusat kota Tabanan.

Melihat fenomena ini saya kembali terbayang akan kota Radiator Spring, sebuah kota fiksi yang terletak di rute 66 negara bagian karburator dalam film Cars produksi Disney dan Pixar.

Serupa dengan kota Tabanan di kota Radiator Spring setelah dibangunnya jalan raya, kota ini mulai di lupakan dan kehidupan ekonominya mulai melambat, padahal Radiator Spring pernah menjadi tempat singgah populer sepanjang rute 66.

Situasi yang sama sepertinya juga terasa di kota Tabanan semenjak jalur by pass kediri pesiapan dibangun. Praktis jalur lalu lintas yang melalui kota Tabanan mulai ditinggalkan.

Dahulu jalur ini adalah jalur utama yang menghubungkan  Gilimanuk – Denpasar sampai ke Padang Bai. Oleh karena itu setiap kendaraan baik yang berasal dari Bali Barat ataupun dari Jawa pasti akan melewatinya menuju Denpasar atau Padang Bai, demikian pula sebaliknya.

Kini semua telah berubah. Jalur yang dulu melewati kota Tabanan telah mulai ditinggalkan. Jalan yang berbelok, memutar, menanjak dan menurun ditambah dengan banyaknya persimpangan serta traffic light sudah tidak menarik lagi bagi pengguna jalan untuk melaluinya. Mereka lebih memilih melalui jalan by pass yang lebar, lurus dan relatif datar untuk mempersingkat waktu dan jarak tempuhnya.

Memang ketika menggunakan jalur lama yang melintasi kota Tabanan kita tidak akan menemukan suasana jalan yang rindang, jembatan yang unik atau pemandangan air terjun yang eksotik sebagaimana ada dalam film Cars.

Akan tetapi setidaknya kita akan menemukan sebuah perjalanan yang dinamis dan tidak monoton. Kita melewati gedung DPRD tempat wakil kita yang konon sepenuh hati memperjuangkan aspirasi rakyat.

Selanjutnya kita mungkin akan kembali teringat dengan legenda pohon kepuh kembar di Sanggulan ketika melewatinya. Dan penyebab mengapa sampai sekarang masyarakat Sanggulan dilarang mengkonsumsi jukut timbul.

Dan tentu saja kantor bupati Tabanan, tempat dua orang yang mendeklarasikan diri mereka sebagai pasangan paling serasi berkantor. Pasangan yang dulu berjanji akan menciptakan Tabanan yang sejahtera aman dan berprestasi.

Lebih kebarat kita akan merasakan sensasi bagaimana jalan tersendat karena para pedagang menjajakan dagangan hingga meluber ke jalan ketika melintasi peken dauh pala. Sebuah pasar tradisional tempat masyarakat Tabanan bertransaksi jual beli.

Terakhir tentu saja terminal pesiapan indah yang tersohor itu. Bagi mereka yang lama tidak melintasi jalur ini mungkin akan bertanya-tanya kenapa tidak terlihat perubahan dan pembangunan fisik di Tabanan.

Pengalaman diatas mungkin bukan merupakan sesuatu yang menarik, tetapi dapat menjadi alternatif lain selainmelalui jalan by pass. Dimana sepanjang mata memandang di kiri dan kanan jalan yang hanya disuguhi hamparan sawah yang kini telah kering dan tidak lagi produktif. Atau jejeran pertokoan yang tidak menampilkan arsitektur dan tidak mencerminkan budaya lokal bali.

Kota tabanan kini mungkin tidak akan bernasib seperti Radiator Spring hanya karena sebuah jalan by pass yang memotong dari Kediri ke Pesiapan. Tetapi entah bagaimana jadinya nanti ketika jalan sunset road yang memotong dari Soka sampai ke Kuta terwujud.

Yang pasti, pertanyaan mengenai dimana kota Tabanan itu sepertinya akan selalu muncul dari saudara saudara kita yang berasal dari daerah lain.