Perpustakaan Daerah, Riwayatmu Kini

Rasanya telah lebih dari 2 tahun sejak kunjungan terakhir, sebenarnya maksud awal adalah untuk memenuhi undangan perekaman data untuk program e-KTP di kantor kecamatan Tabanan, tetapi dengan banyaknya antrean ditambah cukup lamanya proses perekaman data, berkunjung ke perpustakaan daerah kabupaten Tabanan menjadi pilihan untuk mengisi waktu sambil menunggu giliran.

Perpustakaan Daerah Tabanan

Letaknya disebuah gedung tepat disudut bagian belakang tetapi masih dalam kompleks kantor bupati kabupaten Tabanan. Jika tidak ada papan penunjuk nama, mungkin tidak banyak yang menduga bahwa bagunan tersebut adalah sebuah perpustakaan.
Untuk mencapainya pengunjung harus menaiki barisan anak tangga karena perpustakaan daerah Tabanan terletak dilantai 2.

Masuk kedalam, pengunjung akan disambut oleh deretan rak yang berisi buku buku seperti perpustakaan pada umumnya. Koleksi yang dimiliki perpustakaan daerah Tabanan lumayan banyak mulai dari buku anak anak, sains, sastra, agama, ilmu sosial hingga fiksi. Secara keseluruhan koleksi perpustakaan daerah Tabanan didominasi buku-buku lama dibandingkan dengan buku-buku baru, sehingga jangan berharap menemukan judul judul buku baru dari pengarang yang sedang best seller seperti yang terpajang di Gramedia.

Ya, kondisi perpustakaan daerah Tabanan memang masih jauh dari ideal. Fasilitas fisik bangunan yang relatif representatif dan memadai sepertinya masih membuat masyarakat enggan untuk datang berkunjung. Hal ini mungkin karena perpustakaan tidak didukung oleh koleksi buku yang lengkap dan cenderung kurang menarik serta didominasi koleksi lama. Menurut petugas yang berjaga sejak lama memang tidak ada penambahan koleksi buku baru, entah apakah karena kekurangan anggaran atau yang lain, karena menurutnya penambahan koleksi hanya mengandalkan bantuan pusat dan atau sumbangan dari pihak ke tiga.

Selain itu sistem perpustakaan juga masih manual, baik untuk pelacakan koleksi maupun dalam pendaftaran dan peminjaman buku. Berbeda dengan perpustakaan daerah Bali di Jalan Teuku Umar yang sudah memanfaatkan teknologi informasi bahkan telah di dukung fasilitas internet gratis via WiFi.

Sepertinya Kondisi perpustakaan daerah kabupaten Tabanan adalah kondisi umum perpustakaan daerah di Indonesia dimana perpustakaan hanya sekedar menyandang nama dan hanya dikunjungi segelintir orang. Padahal perpustakaan seharusnya dapat menjadi saluran bagi mereka yang tidak mampu dan tidak memiliki akses terhadap buku. Ditambah dengan banyak sekolah yang tidak memiliki perpustakaan yang representative dan memadai sementara di lain pihak harga buku kian waktu tambah mahal dan semakin sulit dijangkau.

Pencanangan tanggal 17 mei sebagai hari buku nasional sebenarnya sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat guna mencerdaskan kehidupan bangsa, akan tetapi sepertinya hal ini belum disertai dengan komitmen dan upaya riil dari pemerintah dimana seharusnya perpustakaan dapat menjadi salah satu media untuk mencapai tujuan itu.

Hal yang sama sepertinya juga terjadi pada pemerintah daerah kabupaten Tabanan, dimana membina dan mengembangkan perpustakaan daerah belum menjadi bagian dari kebijakan populis dari para pemegang kekuasaan saat ini.

Salam Tabanan Cerdas 2008.