Mayungan Agro Festival, Menggagas Festival Kebun ala Tabanan (2)

Mayungan Agro Festival 2012

Mayungan-Mendekati hari-H, persiapan yang dilakukan oleh Bali Gemitir bersama warga masyarakat Mayungan Let dan Mayungan Anyar semakin intens. Tua muda berbaur dalam persiapan-persiapan yang dilaksanakan.

Bahkan Erwin Sjoekoer, owner dari Bali Gemitir tidak canggung melakukan eksekusi langsung persiapan-persiapan di lapangan mulai dari proses pembersihan area hingga pemasangan baliho dan sebagainya. Dukungan dari berbagai pihak untuk mensukseskan acara ini patut diacungi jempol. Gede Sinu yang akrab dipanggil Gede Sleeper sempat mengabadikan moment-moment keguyuban warga dalam menyambut perhelatan festival kebun ini.

Suara alat pemotong rumput memecah kesunyian akhir pekan. Warga masyarakat dengan antusias hadir bergotong royong menciptakan suasana yang khas pedesaan di Bali yang perlu dilestarikan dan bahkan ditularkan dalam berbagai sendi kehidupan. [quote]Filosofi ‘ngayah’  dan ‘metulungan’ menjadi dasar dari berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan mencerminkan kuatnya kearifan lokal dalam menopang sendi-sendi kehidupan bermasyarakat tanpa mempedulikan status mereka. Yang ada adalah menyelesaikan beban yang ada secara bersama-sama. [/quote] Jaya Negara (JN) salah satu panitia yang mengurus masalah desain dan artistik dalam menyusun konsep baliho Mayungan Agro Festival pun menganut serta mengaplikasikan konsep ‘ngayah’. Desain yang dibuat diposting di facebook Talov untuk mendapatkan response dan masukan dari siapa saja. Sebuah orkestra yang indah dalam bauran masyarakat yang beragam di dunia maya namun implikasinya terwujudkan dalam sebuah konsep nyata yang bertajuk Mayungan Agro Festival. Ah, betapa indahnya kebersamaan, dan kedamaian yang menyertai.

 

Foto bareng pra Mayungan Agro Festival

Gaung acara Mayungan Agro Festival ini semakin mencuat ke permukaan. Event yang kali pertama diadakan di Tabanan bahkan barangkali di Bali cukup menyita perhatian masyarakat untuk hadir dalam event tersebut. Bahkan petani dari Desa Senganan Penebel menyatakan ketertarikannya untuk bergabung dalam Mayungan Agro Festival. Tentu hal ini menunjukkan betapa masyarakat membutuhkan refreshing yang bermanfaat namun tetap memberikan suatu input positif di dalamnya.

Pemasangan baliho Mayungan Agro Festival

Beberapa rekan yang tergabung dalam komunitas Tabanan Photografer Forum (TPF) pun menyatakan antusias untuk memeriahkan acara tersebut untuk menangkap moment-moment terbaik melalui lensa kamera. Acara-acara yang dikemas diantaranya lomba ngejuk kucit, ngejuk bebek, dan lain sebagainya pasti akan sangat menghibur.

Ayo ke Mayungan Agro Festival. (yandi)