Monez, Si Pembuat Monster Lucu

[quote style=”boxed”]”Kalau melihat kartun dengan karakter manusia, mungkin bagi kita sudah biasa. Melihat ilustrasi monster yang seram pun pasti sudah sering. Bagaimana dengan monster lucu, sudah pernah melihat?[/quote]

Apakah Anda ingat dengan sebuah film kartun Monster Academy? Sebuah film yang menceritakan sebuah dunia yang penuh dengan monster penggangu  tidur anak – anak kecil di alam nyata. Film ini dibuat di studio animasi Pixar yang selalu menghasilkan banyak karya – karya animasi terbaik lainnya seperti Toys Story, Radiator Spring dan lain sebaginya.

Monster – monster penggangu dalam film Monster Academy dikemas dengan apik dan dibuat agar penonton anak – anak gemar dan memahami makna dari film tersebut. Hal ini juga terlihat dari karya – karya ilustrasi Monez, begitu ia biasa dipanggil. Jika monster biasanya terlihat menyeramkan, Monez  membuat karyanya dengan sentuhan berbeda sehingga memiliki ciri khas dibandingkan dengan ilustrasi – ilustrasi lain yang biasa kita lihat.

Monster lucu, itulah kata pertama yang terungkap ketika melihat karya Monez yang dipamerkan pada saat ajang Tabanan Creative Fest di Tabanan. Monster – monster ini tergores diatas canvas putih bersih dengan perpaduan warna – warna yang benar – benar berani. Setiap goresan dan gradasi warna terlihat sangat tegas, dengan bentuk – bentuk yang unik.

“Awalnya saya tidak percaya diri dengan hasil gambar saya. Setiap gambar yang saya buat, tidak pernah mirib dengan karakter asli seperti gambar – gambar yang dibuat oleh teman – teman lainnya.” Tutur lulusan SMAN 1 Tabanan ini.

“Suatu hari, saya bertemu dengan Ebo dan Jango, salah satu pelopor BogBog. Mereka melihat saya corat – coret diatas kertas bekas. Saya memberitahukan bahwa saya tidak bisa membuat karakter yang persis sama. Mereka kemudian membimbing dan memberi tahu saya bahwa membuat sebuah karya itu tidak harus sama yang lainnya. Dari situlah saya mulai percaya diri untuk membuat karya – karya yang sesuai dengan naluri saya. ” Lanjutnya menjelaskan.

Mungkin kita bertanya – tanya, mengapa karakter monster yang dipilih. “Alasannya sangat sederhana. Saya tidak bisa menggambar karakter manusia. Ketika menggambar monster, semuanya mengalir begitu saja. Satu per satu tertuang  kedalam goresan – goresan yang pada akhirnya memberikan saya kepuasan pada hasilnya.” Jawabnya sederhana.

Saat in monez aktif dalam kegiatan – kegiatan seni di Bali, baik sebagai pelaku dan terkadang diundang sebagai tim penilai dalam sebuah ajang kompetisi seni. Disela – sela kegiatannya mengajar di UNHI Denpasar, Monez tetap tidak bisa meninggalkan hobi dan sekaligus jiwanya untuk membuat ilustrasi.

Ia pun kerap menuliskan tutorial untuk membuat ilustrasi, mulai dari sketch sampai akhirnya menjadi sebuah “Monster Lucu” yang menjadi ciri khasnya. Lihat saja tutorialnya di blog nya disini. Monez pun telah mengerjakan beberapa karya ilustrasi untuk band – band lokal bali seperti Navicula, dimana karyanya sudah terpajang disebuah majalan Nasional.

 

Selain itu, beberapa karyanya juga dicetak kedalam baju kaos namun dengan jumlah produksi yang masih terbatas. “Saat ini semua hasil karya masih saya simpan dalam bentuk digital. Makanya saya hanya memanfaatkan blog itu saja dulu untuk memperkenalkan semua karya yang saya miliki. Punya gallery, mungkin suatu saat nanti, tapi goal saya bukan itu untuk saat ini.”

Mungkin tidak banyak yang menyangka, potensi di Tabanan ini begitu besar. Suatu saat nanti, bukan tidak mungkin kalau filem animasi seperti buatan Pixar Studio akan terlahir di Tabanan.

Dan berikut ini adalah sebagian kecil hasil karya Monez