Mengenal Lebih Dekat Ajik Djawir

Bagi yang tergabung dalam forum Talov di facebook, tentu sudah tidak asing dengan nama Ajik Djawir.Meskipun di usianya yang mau menginjak 60 tahun, beliau masih semangat berkumpul dengan para pemuda yang tak jarang masih sangat belia. I Gusti Kade Djaya Wirata, BE demikian nama lengkap Ajik Djawir yang beristrikan Drg. I Gst Ayu Pt. Suarningsih dan dikaruniai tiga orang anak.

Ajik Djawir lekat sebagai sosok yang penuh dengan aktivitas yang dibuktikan dengan banyaknya berbagai agenda-agenda seminar/kursus yang pernah diikuti oleh beliau. Pelatihan-pelatihan seperti Business International di Queensland, Pemberdayaan Masyarakat, dan lain sebagainya yang rupanya menjadi sangat bermanfaat bagi masyarakat hingga kini. Kegilaan Beliau akan organisasi dan aktivitas benar-benar wajib diacungi jempol. Dan ketika ditanya bagaimana mengatur waktu antara keluarga dan karir, Ajik Djawir mengaku sangat berat, dan merasa kehilangan sebagian kenikmatan untuk menikmati masa kanak-kanak dari putra-putrinya. Dan untuk menciptakan masa depan putra-putrinya yang lebih baik, Beliau menorehkan visi agar mereka menguasai 3 hal dalam pendidikan yaitu menguasai bahasa asing, komputer, dan gemar membaca. Terbukti konsep tersebut manjur bagi putra-putrinya yang kini masing-masing sudah memiliki usaha sendiri.

Penerima Upakarti 2010 dari seluruh Indonesia
Penerima Upakarti 2010 dari seluruh Indonesia (foto Antara)

Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Periode Pertama BPC HIPMI Tabanan, AMA, Wakil Ketua AKLI, Ketua Apsintelindo Bali, salah satu kandidat Bupati Tabanan periode 1999,dan hingga kini sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Bali hingga 2015, dan masih banyak lagi pengalaman dan keterlibatan organisasi beliau baik di dalam maupun luar negeri yang kalau ditulis pasti akan memenuhi artikel ini. Tentu suatu anugerah dan kebanggaan bagi Tabanan yang memiliki putra daerah yang membanggakan.

Sebagai seorang arsitek dan pengusaha, Ajik Djawir juga sangat concern dengan berbagai isu lingkungan dan peningkatan kualitas pengrajin di Tabanan dan Bali pada umumnya. Hingga puncaknya menerima anugerah Upakarti Jasa Pengabdian dari Presiden Republik Indonesia, tahun 2010.

Djaya Wirata menerima Upakarti dari Presiden Yudhoyono
Djaya Wirata menerima Upakarti dari Presiden Yudhoyono (foto: Antara)

Kini Ajik Djawir bersama relawan, bekerja keras mewujudkan suatu big dream yang bertajuk UNACOB untuk mendidik para remaja dan pemuda agar memiliki modal skill yang mumpuni baik dari sisi emosional, finansial, dan spiritual dengan mengedepankan praktik-praktik kehidupan yang menjunjung kearifan lokal dan perlindungan terhadap lingkungan sekitar. Mimpi ini merupakan titik puncak dari kegalauan Ajik Djawir terhadap maraknya praktik-praktik penjualan tanah yang akhirnya berimbas kepada amburadulnya penataan lingkungan dan lemahnya peran masyarakat Tabanan dalam meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian. Saat ini UNACOB dengan nama Pesraman Dharmaning Widya masih dalam proses pematangan wacana, menata entitas yang concern dan serius untuk turut bergabung dalam memantapkan realisasinya. Komunikasi intens dengan berbagai pihak disertai pertemuan-pertemuan untuk menyusun action plan sudah dilakukan dengan harapan tahun ini segera bisa menyelenggarakan kick off dalam bentuk event sederhana yang bisa dijadikan tonggak awal pergerakan UNACOB.

[quote]”Sudah banyak kalangan menyatakan sevisi dg UNACOB secara pribadi, utk institusi masih coba dikomunikasikan oleh beberapa sahabat, tentu saya sangat mengharapkan hal tersebut, karena kedepan saya mengharap UNACOB menjadi milik masyarakat Tabanan dan mampu mewarnai dan memberi kontribusi positif dalam membangun Tabanan,” kata Ajik Djawir.[/quote]

Ketika diminta pendapatnya tentang Tabanan, Ajik Djawir dengan tegas menjelaskan bahwa pertumbuhan APBD ini mesti disikapi dengan bijak agar sesuai dengan motto Tabanan Serasi alih-alih terjadi pemborosan yang tidak pada tempatnya sehingga dapat menjadi hal yang membahayakan. Tampak masyarakat mulai apatis dan pemimpin kurang menyerap aspirasi dari masyarakat yang ditandai dengan arah pembangunan yang tidak jelas dibanding kabupaten lain. Kita saat ini tertinggal dengan Kabupaten Bangli dan Karangasem yang dulunya merupakan juru kunci dalam banyak hal.

Disamping itu Beliau juga mengajak agar masyarakat juga tidak bersikap apatis terlalu dalam dengan kondisi ini,” Dibutuhkan rasa jengah masyarakat, harus ada usaha-usaha agar masyarakat Tabanan menggunakan akal sehat dalam menilai keadaan. Hindari fanatisme sempit dan mari ciptakan kondisi dimana peran serta berbagai elemen masyarakat dapat digalakkan terutama generasi muda, karena daerah ini akan sangat ditentukan oleh kiprah mereka nantinya.”

Ajik Djawir mengacungkan jempol untuk prakarsa anak muda yang tergabung dalam media sosial facebook Tabanan Lover (Talov) dengan berbagai kiprah mereka seperti bedah rumah, program adik asuh, event-event kreatif, dan sebagainya.[quote] “Sungguh, melihat kiprah mereka saya merasa ini suatu aktivitas yang luar biasa, seyogyanya ini menjadi perhatian semua pihak, karena ini embrio yang positif untuk penggerak Tabanan menjadi lebih baik melalui interaksi positif di dalamnya.” kata Ajik Djawir mengakhiri percakapan.[/quote] Semoga..