Mengenal Sumber Daya Air Tukad Tabanan

Di banyak tempat di belahan nusantara, sungai telah menjadi pusat-pusat perkembangan peradaban. Misalnya sungai Musi di Sumatra Selatan, sungai ini menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya. Di Jawa Barat, banyak dijumpai prasasti di dekat aliran sungai. Di Bali, di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan di Kabupaten Gianyar pun banyak dijumpai situs-situs kuno yang mampu memberi rujukan perkembangan kehidupan masyarakat Bali di jaman lampau.

Dalam bahasa Bali Sungai disebut dengan Tukad. Di wilayah Pulau Bali dan Penida, Tabanan termasuk wilayah yang memilik Daerah Aliran Sungai (DAS) cukup banyak.  Di Tabanan ada sekitar 47 DAS yang memberi pengaruh terhadap kehidupan masyarakat Tabanan dan Bali, karena sumber daya airnya digunakan untuk irigasi pertanian maupun sumber daya air minum.

source foto : kristupa.wordpress.com

Dari 47 DAS di Tabanan, 5 DAS dicatat tanpa nama intermitterr dan 5 DAS tanpa nama continue. Ada lima  DAS yang dikelola sebagai pengendali banjir yaitu:  Tukad Sungi, Panahan, Yeh Penet, Yeh Ho dan Yeh Empas (Bappeda Tabanan 2012).

DAS di Tabanan juga menjadi Daerah Irigasi (DI) yang pengelolaannya sebagian menjadi kewenangan Pemrintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten.  Umumnya pengelolaan Daerah Irigasi lintas Kabupaten/kota, seperti; Tabanan, Badung, Denpasar, dan Jembrana. Sementara yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Tabanan  saja mencapai luasan baku lebih kurang 21.659 hektar, tersebar diseluruh wilayah.

Ada dua DAS di Tabanan yang alirannya berada di dua wilayah kabupaten yaitu; DAS Tukad Penet di wilayah timur Kabupaten Tabanan.  Tukad Panet hulunya ada di wilayah Baturiti  melintasi wilayah Kabupaten Tabanan dan Badung. Sementara Tukad Yeh Leh lokasinya di wilayah barat, alirannya melintasi Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana.

Ada beberapa Tukad yang cukup terkenal di Tabanan, sebut saja Tukad Yeh Ho, Tukad Yeh Empas, Tukad Yeh Otan, Tukad Yeh Balean, dan Tukad Yeh Panahan. Tukad ini disamping cukup lebar,  airnya pun mengalir besar apalagi saat musim hujan. Sementara DAS Tukad Putek, Tukad Tumus, Tukad Meluang, dan sebagainya, banyak masyarakat belum mengenal lokasinya.

Keberadaan Sungai/Tukad di Tabanan juga sangat dekat dengan keyakinan/spirit budaya lokal khususnya masyarakat agraris di Kabupaten Tabanan. Tukad adalah kawasan suci dan sumber air suci termasuk Campuhan didalamnya.  Bahkan perkembangan pemanfaatan dan tata ruang di Tabanan dan Bali sejak jaman lampau banyak dipengaruhi oleh DAS tersebut.

Tukad di Tabanan semua bermuara menuju Samudra Hindia dan alirannya ada disepanjang jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. Menariknya, sebagian nama tukad yang ada di Tabanan juga dijadikan nama jalan di Kota Denpasar, seperti ; Tukad Balian, Tukad Yeh Ho, dan Tukad Panet.

Semoga dengan mengenal lebih dekat nama Tukad dan DAS  di Tabanan, kita menjadi lebih mensyukuri akan Sumber Daya air/alam Tabanan. Sehingga keberadaan Tukad tersebut dapat kita lestarikan kesucian dan pemanfaatannya. Untuk anak cucu dan semua kehidupan Jagat.

source foto: kristupa.wordpress.com