Menuju Pagi dan Pacung

Minggu 21 Oktober 2012, kami berangkat menuju Banjar Pacung dan Banjar Pagi, Senganan, Penebel. Setelah beberapa minggu sebelumnya, kami membantu memperbaiki atap rumah salah satu warga di Pacung, kini kami datang kembali  untuk memutar sebuah film yang berjudul “Kita Vs Korupsi”.

Hamparan Sawah

Banjar Pagi dan Pacung terletak tidak jauh dari Desa Jatiluwih yang mungkin lebih dulu sudah kita kenal. Berada di selatan Gunung Batukaru, Banjar Pagi dan Pacung termasuk salah satu Banjar yang sudah tua. Daerah ini masih belum terlalu banyak terjadi perubahan. Pertama kali datang kesana, kita akan merasakan aura yang sangat kuat akan kondisi dan suasana Bali sesungguhnya. Penduduk yang sebagian besar bercocok tanam dan berkebun, seolah-olah menguatkan aura kehidupan alami sesungguhnya.

Pukul 13.00, kami menuju ke rumah I Ketut Kisit (58), untuk sekedar bertegur sapa setelah kini beliau memiliki tempat tinggal yang lebih layak atas bantuan teman – teman dari berbagai komunitas dan personal. Kami pun bertemu dengan Bapak Agung, kelian di Banjar Pacung, yang sedari awal kami ajak berkomunikasi untuk membantu Ketut Kisit.

Sore hari, berkumpul bersama warga Pagi kami melanjutkan menonton bareng di belakang balai banjar, Banjar Pagi. Seluruh warga datang menghadiri terutama anak – anak dan pemuda – pemudi disana. Tidak hanya menonton, kami juga mengjarkan anak – anak untuk berani tampil didepan umum, dan belajar untuk mengutarakan cita – citanya. Dengan harapan hal tersebut terakam di otak bawah sadar mereka, dan selalu mengenang segala hal positif yang terjadi pada momen tersebut. Bersama dua orang yang berasal dari Rusia yang membantu persiapan pada sore itu, anak – anak terlihat sangat senang.