Makna Sebuah Kata “Kelangen”

Inspirasi bisa datang dari mana saja. Seperti malam itu, seorang kawan bercerita makna satu kata yang kini masih menyatu dalam jiwa dan raga ku yaitu: “KELANGEN”.

KELANGEN jika dipandankan bisa bermakna “KEASIKAN”. Keasikan dalam konteks ini, bisa menyimpan sebait ego, lupa diri, lupa waktu, dan mungkin juga lupa umur, bahkan sudah mulai mendekati “Mabuk”.

Namun dalam pemaknaan lain “KeLANGEN” bisa berarti sebuah konsitensi sikap, kesungguhan atau ketekunan. Dibutuhkan keheningan jiwa untuk memaknainya. Perbedaanya sangat dekat tipis namun ekstrim. “Ibarat batas gelap dan terang sebuah bayang-bayang”, hanya keheningan dalam kesadaran lah hal itu bisa dibedakan.

Malam itu dijelaskan, saya dan mungkin juga kita semua, sering KELANGEN dengan posisi dan fungsi tertentu. Karena kita KELANGEN maka, kita tidak sadar lagi akan sebuh kewajiban baru atau sebuah proses baru yang seharusnya sudah kita lakoni.

“Karena KELANGEN, kita menjadi tidak sadar, kita merasa sibuk dan disibukan tentang sesuatu dalam putaran waktu dan tempat yang sesungguhnya sama”, Padahal waktu seharusnya sudah menuntut agar kita berpindah, berubah menuju kesadaran berikutnya.

“Bagi yang sadar”, dalam masa peralihan dari tahapan satu ke tahapan kedua, ketiga dan seterusnya pun akan terjadi sesuatu yang sering kali “sulit” atau bahkan “ekstrim”. Misalnya, contoh yang sederhana, bisakah kita berhenti makan sebelum kenyang? Bisakah kita menjadi atau memilih menjadi orang biasa ditengah karier yang sedang gemilang? Bisahkan kita berhenti hening ketika ajakan menggiurkan datang tiada henti? Bisakah kita mengatakan cukup saat sesuatu sedang dan masih mengasikan? Bisakah kita menjadi ikhlas dan nyaman ketika banyak masalah mendera? dan seterusnya.

Demikian lah malam itu, sebuah diskusi sederhana dengan simpulan yang sangat tidak sederhana. Dan saya jadi menyadari bahwa saya masih sulit melakukan hal-hal yang sederhana itu.

Lalu bagaimana caranya menuju kesadaran dan kesederhanaan itu? Kawan saya memberikan tips yaitu; “MARI BELAJAR MELUPAKAN, IKHLAS, HENING !”. Karena “KELANGEN” hanya bisa diurai dalam jiwa-jiwa rasa-“Pengrasa”. Suksme.

Dipesisi Radius Subak Kuta Pala
1 Nop 2012
Made Nurbawa