Diskusi Akhir Tahun 2012 Talov

DIskusi akhir  tahun 2012

Sanggulan, 29 Desember 2012 – Tabanan adalah daerah kabupaten dengan potensi yang melimpah. Tidak hanya sumberdaya alamnya yang sangat mendukung, letaknya yang strategis juga memberikan arti penting terhadap pembangunan di Bali. Namun akibat lemahnya kondisi social politik yang ada, menyebabkan kurang maksimalnya potensi ini untuk dikelola. Hal ini pula menjadi salah satu alasan banyaknya sumberdaya masyarakat yang potensial justru lebih terbuka peluang untuk mengembangkan prestasinya di luar Tabanan.

Satu hal terpenting untuk merubah kondisi ini adalah dengan menumbuhkan rasa cinta masyarakatnya terhadap Tabanan sendiri. Menumbuhkan kencintaan dapat dimulai dari desa yang kemudian berkembang dalam lingkup yang lebih luas. Mengenal wilayah Tabanan dengan lebih baik adalah kuncinya.

Dinamika politik yang terjadi secara umum di Bali saat ini juga berdampak terhadap munculnya berbagai warna/ kelompok massa di Tabanan. Dalam beberapa kondisi kelompok ini tidak jarang juga terjadi saling bermusuhan. Berbeda dengan hal tersebut, Talov diharapkan bisa menjadi jembatan/ mediator untuk setiap kegiatan yang positif tanpa didominasi oleh politik.

Sesuai dengan latar belakang terbentuknya, Talov diharapkan mampu menjadi media untuk:

  1. Menampilkan orang-orang yang berpotensi, untuk menyumbangkan pemikirannya tidak hanya untuk perkembangan di luar Tabanan, namun juga untuk membangun Tabanan.
  2. Menjaring  berbagai opini, ide maupun informasi  (baik yang berasal dari masyarakat maupun pemberitaan serta sumber lainnya) sebagai bahan diskusi yang sifatnya membangun.
  3. Menyalurkan potensi-potensi kreativitas di Tabanan.

Sebagai  grup dalam jejaring sosial, selayaknya Talov pun senantiasa dapat digunakan untuk menjalin komunikasi dengan komunitas-komunitas di Tabanan serta mampu bersinergi dengan pemerintah. Oleh karenanya biarkanlah bentuk Talov tetap seperti apa adanya. Meski tanpa badan yang jelas, di Talov dikembangkan kebebasan   yang dapat menumbuhkan kreativitas.

Ada banyak ide yang mengalir dalam diskusi lewat Talov. Sebagian diantaranya telah direalisasikan baik oleh komunitas, kelompok maupun perorangan yang tergabung sebagai anggota.

Meskipun banyak potensi yang dimiliki Tabanan, baik dengan pasar hewannya, peternakan ayam, produsen lobster, perikanan darat, pengusahaan genteng dan keramik serta yang lainnya, tetap paling dikenal dari  Tabanan adalah sector pertanian. Beberapa investor pernah mencoba untuk pengembangan hal lainnya seperti pembuatan dermaga yacht, seaworld termasuk pengelolaan museum subak oleh swasta pun selalu terkendala oleh perijinan.

Beberapa isu lainnya pun pernah tumbuh sebagai polemic di masyarakat seperti kasus geothermal, BNR dan Sarbagita. Opini yang berkembang di masyarakat bahkan menyebutkan bahwa di Tabanan tidak diperbolehkan untuk membangun hotel besar sekelas bintang lima maupun bisnis hypermart karena dianggap tidak sesuai dengan RTRW. Hal lainnya yang kini patut diperhitungkan juga adalah isu jalan lingkar selatan Bali yang pastinya juga akan menarik banyak investor untuk dating ke Tabanan.

Sebagai daerah yang dikenal dengan sector pertaniannya, bukan berarti pertanian di Tabanan tanpa masalah. Termasuk di dalamnya adalah pengelolaan taman subak Sanggulan. Meskipun kini subak telah diakui sebagai salah satu warisan budaya dunia, akan tetapi kondisi museum yang menjadi ikon subak di Bali kenyataannya sangat memperihatinkan karena isu pengelolaan yang kurang oleh pemerintahan kabupaten maupun provinsi. Oleh karenanya, sebagai resolusi tahun 2013, Talov diharapkan mampu mengangkat isu pertanian secara mengkhusus.o[