Semangat Desa Ada di Kota

pagi

Tabanan Creative Festival (TCF) #2 memang memberikan banyak inspirasi bagi banyak orang. Semangat yang mengusung terselenggaranya even ini yang kemudian membuatnya menjadi berbeda. Pendanaan yang dilakukan swadaya oleh rekan – rekan komunitas dan sponsor menjadikann even ini serasa menjadi miliki seluruh masyarakat.

Begitupun rekan – rekan yang mengisi acara. Mereka datang dari berbagai pelosok desa dan komunitas di Tabanan. Sebut saja misalnya anak – anak sanggar Pesraman Dadia Shanti yang jauh – jauh datang dari Senganan. Begitu juga anak – anak presiki dari Banjar Pagi. Mereka datang ke kota membawa semangatnya untuk tampil dan memberikan warna baru pada aura kreativitas di Tabanan.

pagi-berangkat-tcf2

Apa yang mereka tampilkan diatas panggung adalah sebuah bentuk kesederhanaan kehidupan sehari – hari. Dengan kostum yang tak berlebihan, tata rias yang biasa – biasa saja, mencirikan itulah yang sebenarnya. “Walaupun kita dari desa, belum tentu kita kampungan.” Kata Dek Enjoy salah satu teman dari banjar Pagi.

Walaupun dengan kesederhanaan, semangat mereka berkreativitas tanpa kepura – puraan patut diberikan penghargaan.  Presiki banjar pagi malam itu 21 Juli menampilkan janggeran. Sesuai dengan tema Tabanan Creative Festival #2, alat musik yang digunakan untuk janggeran pun selain dari gong, juga menggunakan gitar akustik. Komposisi lagu dan musik yang disajikan sangat apik mulai dari pembuka sampai janggeran tersebut selesai.