Kumpulkan Sampah, Kumpulkan Uang

Oleh : Ni Putu Nina Christina

Sampah Berserakan di Jalanan Desa Pagi
Sampah Berserakan di Jalanan Desa Pagi

          Hampir 16th saya tinggal di Banjar Pagi, Desa Senganan, Kec.Penebel, Kab.Tabanan. Dari kecil saya sudah terbiasa melihat sampah yang berserakan di jalanan desa saya ini, walau pun begitu pada tahun 2013 sudah ada upaya dari beberapa orang yang peduli dengan kebersihan seperti membangun TPA dan menyediakan bak sampah di setiap rumah.

          Anak-anak di desa saya juga sudah memiliki kesadaran mengumpulkan sampah-sampah plastik untuk diuangkan dan uang tersebut akan ditabung. Namun walau begitu pada saat ini sampah masih saja berserakan, karena pengepul sampah-sampah plastik yang sudah dikumpulkan anak-anak jarang datang ke desa saya, jadi anak-anak hanya semangat saat awal-awalnya saja.

          Apalagi sampah-sampah anorganik ini sangat sulit untuk terurai, butuh waktu lama untuk sampah ini bisa terurai dengan tanah. Lain halnya dengan sampah onganik, jika sampah organik lebih cepat terurai.

          Dengan kejadian inilah para pecinta lingkungan di desa kami menyarankan masyarakat untuk mengumpulkan sampah-sampah plastik. Tapi masyarakat tetap saja tidak peduli, bahkan TPA serta bak sampah yang sudah disediakan pun tidak berfungsi sesuai fungsi seharusnya. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran dari masing-masing individu akan kebersihan.

          Dengan banyaknya sampah anorganik yang berserakan, sampah ini akan menyebabkan berbagai permasalahan seperti parit sawah yang tersumbat dan mengurangi daya tarik pemandangan di desa ini.

          Padahal jika mau masyarakat bisa mengumpulkan sampah anorganik ini dan menguangkannya dengan mencari pengepul yang bisa datang dengan teratur.

          Jadi kapan kita bisa menyadarinya?