Archive | Seni & Budaya

Lebih Mengenal UNACOB LM Dalam Berbagai Aktivitas

Tags: , , , , , , , ,

Lebih Mengenal UNACOB LM Dalam Berbagai Aktivitas

Posted on 29 January 2013 by yandi

logoUnacob

Tabanan-Sejak dibentuknya UNACOB oleh Jik Djawir, gerak langkah  tampak mulai bergerak pasti. Sesuai dengan salah satu misinya yaitu mencari hubungan dengan lembaga-lembaga yang punya kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat untuk turut ambil bagian di dalamnya. Berkolaborasi dengan Lata Mahosadhi (LM) sebuah LSM yang juga sepaham dengan visi untuk mempersiapkan generasi muda Bali menghadapi tantangan masa depan, UNACOB semakin aktif melakukan berbagai aktivitas sosial, pendidikan, dan budaya.
Lata Mahosadhi yang didirikan oleh Ayu  Riagandi pada tahun 2010 yang lalu, telah memulai pembinaan terhadap generasi muda dengan keluhuran nilai budaya Bali dan memperkenalkan bahwa penerapan nilai-niali luhur itu membuat setiap orang mampu meraih kesuksesan kehidupan seperti apa yang telah mereka alami. Konsep Lata Mahosadhi adalah menerapkan Pendidikan berbasis pada Kesadaran (consciousness) karena itu mereka melakukan Transcendental Meditation sebagai suatu cara  untuk membantu pengembangan kesadaran dalam diri mereka.

Selain itu juga digagas sekolah cerdas yaitu membantu perkembangan siswa baik dari kepribadian maupun kecerdasan dengan metode alam tadi. Dan hal ini sudah dimulai di beberapa sekolah SD di desa Belumbang, Beraban dan Tangguntiti.
Dengan tumbuhnya kesadaran tersebut diharapkan nilai-nilai budaya yang terkikis dapat tumbuh kembali. Didorong oleh Prabhu Wirasa Pandya dengan merumuskan susunan pengetahuan mengenai kekuatan hokum alam dalam memenuhi keinginan manusia yang dikemas dalam PAST Programme – Personality and Successful Programme, pemuda diajak untuk menemukan kenyataan antara teori dan bukti nyata dari hasil penerapannya. Dan hal tersebut telah menghasilkan kemajuan bagi pesertanya yang telah mencapai 900 orang. “Dalam pembinaan Lata Mahosadhi, peserta mengalami kemajuan hidup yang sangat pesat,” kata Prabhu Wirasa Pandya.

“Dengan berbagai aktivitas yang telah kami lakukan dan terus akan bergulir, kami yakin UNACOB-LM akan menjadi embrio titik-titik penyebaran pertumbuhan ekonomi pedesaan”


Pada agenda UNACOB LM pada tanggal 20 Januari 2013 yang lalu peserta diajak mengenal diri mereka dalam suatu camp di Sarin Buana. Tampak antusiasme peserta yang juga datang dari luar negeri, salah satunya adalah John.  “Cerita john sangat menarik, bahwa beberapa tahun yang lalu dia masih melihat keramahan dan senyum yang alami dari masyarakat Bali. Dan saat ini semuanya sulit sekali di temuinya. Dan baru menemukan keramahan itu kembali di peserta kemah sepanjang Tabanan menuju Sarin Buana. Dia hampir kehilangan harapan, kini di tengah2 camp tersebut dia temukan kembali,” tutur Prabhu Wirasa Pandya.

Warga asing pun antusias mengikuti UNACOB-LM camp

Warga asing pun antusias mengikuti UNACOB-LM camp

Dalam mensukseskan pembinaan generasi muda  ini UNACOB pun tidak mau setengah-setengah. Jik Djawir pun sudah berancang mengaktifkan kembali lembaga Indonesia New Zealand yang sempat terhenti. “Sekarang kita menyandang nama UNACOB-LM dan menggagas aktivitas-aktivitas positif diantaranya yang akan datang adalah Vedic Camp pada 14-17 Februari 2013 mendatang dan juga bersama entrepreneur class Lata Mahosadhi merintis beras organic Koriza,” jelas Jik Djawir.

“Dengan berbagai aktivitas yang telah kami lakukan dan terus akan bergulir, kami yakin UNACOB-LM akan menjadi embrio titik-titik penyebaran pertumbuhan ekonomi pedesaan”, tegas Jik Djawir mengakhiri percakapan.

 

Sekilas mengenai Vedic Camp
Vedic Camp berakar pada Veda, manuskrip dari keberadaan hukum alam seperti yang oleh Maharishi Mahesh Yogi sehingga dipakailah istilah Vedic. Dan dengan dekatnya terhadap alam dan hukum alam itu sendiri maka camp ini pun akan lebih membumi, mendekatkan diri dengan alam sekitarnya. Sambil berekreasi, bergembira di alam sambil mempelajari tentang alam itu sendiri seperti mengenal lebih dalam tentang subak, mengapa harus menjaga Tri Hita Karana, dan sebagainya. Semuanya dikemas dengan cara-cara yang sederhana dalam suasana yang gembira. Siapapun yang ingin mendapatkan pembelajaran dan ingin memahami lebih lanjut tentang Bali dan lingkungannya, dapat bergabung dalam Vedic Camp ini. Pendaftaran bisa menghubungi Rumah Kasih, Jalan Dharmawangsa No. 6A, Tabanan. Dengan mengambil tema “Bersama alam kita menikmati dan sekaligus belajar hukum alam”, diharapkan lebih banyak lagi tentang Bali dan lingkungannya yang dapat diselamatkan melalui generasi mudanya.

Comments (0)

Sandhi Murti Berawal Dari Aksara

Tags: , , , , , , , ,

Sandhi Murti Berawal Dari Aksara

Posted on 05 November 2012 by Rygun

Perguruan Sandhi Murti mungkin sudah banyak yang mendengarnya di wilayah bali. Perguruan yang berlatar pencak silat dan ilmu Olah Bathin serta pernapasan ini pun sudah sampai ke mancanegara, terutama di negara negara Eropa seperti Bulgaria, Belanda, Romania hingga Amerika Serikat.

Mewakili Tabanan Lovers (TALOV) pun hadir dalam undangan acara Dapur Olah Kreatif (DOK) di warung Tresni, jln. Drupadi 54 Renon Denpasar Bali, tgl 3 nov 2012 yang membahas topik mengenai kegiatan dari Sandhi Murti dengan berbagai muridnya di seluruh Eropa serta bagaimana peranan Aksara Bali yang sangat dikagumi di belahan eropa timur, serta luar negeri. Turut hadir kepala Perpustakaan Negeri Bali , yaitu Ibu Luh Putu Haryani, SE., MM dan beberapa tamu luar negeri (murid Sandhi Murti dari luar negeri) serta wartawan media Bali.

Diskusi yang dipandu oleh Iwan Darmawan (moderator) bersama Pendiri Sandhi Murti yaitu Bapak I Gusti Ngurah Harta atau yang akrab disapa “TuRah ” (orang luar negeri menyebutnya “Tora”) mengatakan perguruan Sandhi Murti ini adalah penyempurnaan dari ilmu “Lembu sekilan” yakni ilmu yang paling efektif untuk menjaga keselamatan lahir dan batin. Tujuannya hanya untuk perlindungan diri. Dengan ilmu ini semua pukulan, senjata tajam, dikeroyok tidak akan satupun yang dapat mengenai tubuh. Berfungsi juga untuk menjaga keselamatan di darat, laut dan udara.

Turah menceritakan awal sejarah pendirian Sandhi Murti, filsafat dan hakekatnya orang Bali dan beberapa penyempurnaan ilmu “Lembu Sekilan” yang dilakukannya dalam perguruan ini adalah disaat dilempar senjata tajam sudah bisa terpental, bahkan pernah dicoba ke salah satu muridnya dari luar negeri untuk ditembak senapan angin jarak dekat pun bisa meleset, dan masih banyak lagi.

Menurut Turah, Sandhi Murti memakai Kekuatan Aksara Bali guna menjelaskan hakekat bagaimana Hidup dan Mati orang Bali, karena tujuan Agama Hindu adalah mencapai Moksa (bersatunya Atman kepada Brahman). Dengan perpaduan berbagai aksara Bali yang terdiri dari “DASA AKSARA” atau Sepuluh aksara yaitu I Ba Sa Ta A Ya Na Ma Ci Wa .

Aksara Ya adalah sebagai penegas makna selanjutnya kembali ke sunialoka, sehingga jumlah aksara menjadi 9 (sembilan). Angka 9 adalah sebagai simbol dari kesempurnaan.

Berawal dari I (Tuhan), ditiupkan Ba (Atma) ke dalam Sa (Prakrti) dibangkitkan dengan energi Tuhan (Ta), maka terciptalah A (manusia), Ya Na Ma Ci Wa, maksudnya, ya namamu Ciwa. Disini yang dimaksud adalah baru hanya nama, tetapi belum Ciwa. Tri aksaranya berurutan Mang Ung Ang. Dalam proses penciptaan aksara I (Tuhan Yang Maha Pencipta) memegang peran dalam menciptakan A (manusia), ia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna setingkat di bawah Dia. Dikatakan sempurna karena manusia diciptakan dalam satu wujud nyata yang terdiri dari sepuluh wujud maya, sembilan turun ke dunia dan satu tinggal di sunialoka. Maya sukar dilihat dengan mata biasa dan dikenal orang sebagai Dewata Nawa Sanga (sembilan sinarnya Tuhan).

Posisi dari Dewata Nawa Sanga tersebut adalah 4 (empat) berada di luar diri manusia dan 5 (lima) lainnya bersatu didalam badan manusia atau disebut lima pancer. Empat diluar sifatnya menjaga dan menggoda yang wujud fisiknya berupa : air kawah, lamas, darah merah dan ari-ari. Keempat unsur ini dalam ajaran kanda pat dikenal dengan nama Anggapati, Mrajapati, Banaspati dan Banaspati Raja. Pemahaman tertinggi di Bali yang sampai sekarang masih dipelajari hanyalah tentang empat unsur manusia yang berada di luar dirinya (kanda pat) yaitu Sa, Ba, Ta. A.

Lima unsur yang berada di dalam diri manusia yang disembunyikan sejak manusia diciptakan oleh Tuhan adalah I, Na, Ma, Ci, Wa. Perwujudannya yang muncul adalah berupa sifat/nafsu yaitu : nafsu berbuat baik (Satwam), nafsu marah (Kroda), nafsu birahi (Kama), nafsu serakah (Lobha), iri hati (Matsarya). Kelimanya disebut Panca Ripu. Kelima unsur ini, bersatu dalam satu wujud yaitu pikiran dan berkedudukan di kepala. Bagi umat Hindu di Bali lebih dikenal dengan simbol Omkara sungsang (terbalik). Kenapa disimbolkan terbalik? Karena pikiran yang masih dipengaruhi oleh Panca Indria lebih cenderung untuk bersifat negatif dan merusak sesuai dengan sifat dari Ciwa (pelebur).

Siapakah pikiran itu ? Bhagavadgita Bab X Sloka (22) mengatakan : ”..indriyanam manas cha ‘smi..” dari semua indria Aku adalah pikiran. Jadi pikiran itu adalah unsurnya Tuhan. Simbol dari lima pancer dalam upacara caru adalah ayam berumbun, sedangkan empat unsur yang di luar disimbolkan dengan ayam berwarna putih, kuning, merah dan hitam. Dalam cerita Mahabrata lima unsur yang berada didalam manusia disimbolkan oleh 5 orang Panca Pandawa dan empat unsur yang diluar diri manusia disimbolkan oleh empat punakawannya. Maka, manusia janganlah berhenti pada tingkat pengetahuan kanda pat karena belumlah sempurna, berusahalah mencapai tingkat yang lebih tinggi adalah Kanda Sia (Sembilan) yaitu penyatuan sembilan sinar Tuhan di dalam Pura yang sejati yaitu diri manusia sendiri.

Aksara Bali yang menjadi Lima Aksara
Energi aksara ini disebut Panca Gni Aksara (Lima Huruf Api). Karena ketika mencapai puncaknya akan mengeluarkan cahaya (jyoti, teja) melalui lima pintu indra tubuh, yaitu : telinga, mata, mulut, ubun-ubun dan alat kelamin. Sehingga seolah-olah mengeluarkan api (ngendih). Lima aksara tersebut adalah Si, Wa, Ya, Na, Ma.
Si adalah energi manifestasi Hyang Parama Acintya (Tuhan). Wa adalah energi anugerah. Ya adalah energi jiwa. Na adalah energi kekotoran bathin yang menutupi kesadaran. Ma adalah energi ke-aku-an (ahamkara) yang membelenggu kesadaran.

Diskusi pun berlanjut dengan perjalanan Sandhi Murti ke Eropa Timur yang dikisahkan oleh berbagai muridnya, seperti di Bulgaria yang diceritakan oleh Bapak Jun (orang terdekat Bapak I Gusti Ngurah Harta) dan Bapak Wawan (Wartawan SCTV) yang turut meliput perjalanan di Bulgaria. “Warga negara disana menyambut dengan baik dan militansinya tinggi terhadap Sandhi Murti”, tegas Jun. Sandhi murti sudah memiliki beberapa cabang di luar negeri serta pengikut muridnya banyak dari berbagai kalangan kedokteran, tentara asing, FBI, termasuk artis Hollywood terkenal Lionel Richie (Lagu terkenal : All night Long). Bahkan penjelasan dari guru spiritual Bulgaria (orang sakti disana) mengakui bahwa perpaduan Aksara Bali yang memiliki kekuatan ini sangat mirip dengan kebudayaan mereka yang hilang dulu, dan sekarang sudah diketemukan dari perguruan Sandhi Murti (Bali Indonesia) saat Bapak I Gusti Ngurah Harta berkunjung kesana.

Dalam sesi terakhir acara dipertunjukkan demonstrasi , tentang bagaimana bila manusia yakin dalam berpikir, konsentrasi maka sesuatu akan menjadi kenyataan, hal ini terbukti oleh salah satu peserta dengan tangan keatas dan yakin bahwa ujung jari tangannya akan bisa memanjang maka terbukti bahwa jari nya benar-benar memanjang namun bisa kembali ke keadaan semula.

Awalnya sangat takjub, serta semakin penasaran dan diskusi terus berlanjut semakin malam dengan memberi gambaran bahwa ada potensi besar dalam diri manusia ini yang mampu dihidupkan dengan aksara-aksara Bali, namun menurut Bapak I Gusti Ngurah Harta, beliau mengatakan hati-hatilah dalam penggunaannya, karena mampu membuat hal yang tidak diinginkan bila tidak dituntun oleh guru dengan benar.

Unsur Tri Kaya Parisudha harus selalu benar-benar dilaksanakan sebagai pedoman ajaran Sandhi Murti, yaitu berpikir, berkata dan berbuat yang baik.

Waspadalah dengan pikiran anda, kendalikanlah, karena itu sangat berbahaya bila tidak dituntun karena dari pikiran bisa mampu menjadi perbuatan. Hati-hati juga pada setiap perkataan ataupun janji anda, karena itu merupakan doa yang sangat ampuh, yang tidak dapat anda bayangkan dengan nalar/logika.

Sebagai contoh, apabila ada orang yang mengemis dan meminta Uang, namun anda mengatakan tidak punya uang maka suatu saat akan benar-benar tidak miliki uang. Sebaiknya katakan saja “saya ada uang , namun uang ini saya akan gunakan untuk keperluan saya yang lainnya, untuk beli bensin, kebutuhan hidup, dll.


Acara ditutup dengan session foto bersama Pendiri Sandhi Murti , Bapak I Gusti Ngurah Harta beserta pengurus DOK (Dapur Olah Kreatif) yang diketuai oleh Bli Putu Indrawan dan moderatornya Bli Iwan Darmawan (Senior Alumni KMHDI). Dalam waktu dekat pun Sandhi Murti akan berangkat ke Lampung untuk menyalurkan bantuan kepada korban Kerusuhan warga Bali. Sampai saat ini Sandhi Murti lebih banyak melaksanakan aksi sosial dan membantu sesama guna menolong orang lain sekaligus sebagai perguruan ilmu olah bathin untuk perlindungan diri. (RyGuN)

Comments (0)

Hakekat Upacara Ritual Pangan dalam Adat Bali

Hakekat Upacara Ritual Pangan dalam Adat Bali

Posted on 09 September 2012 by Made Nurbawa

(AMAN-BALI) Budaya masyarakat Bali sangat dilandasi oleh keyakinan akan penghormatan bumi atau pertiwi (Agraris). Selanjutnya atas kesadaran dan keyakinan tersebut melahirkan sebuah pengetahuan yang pada hakekatnya merupakan anugrah Tuhan.

Pada saat dimana “Ilmu Pengetahuan Suci” diturunkan, masyarakat Bali secara umum menghormatinya sebagai Hari Suci Saraswati. Hari penghormatan atas diturunkannya ilmu Pengetahuan Suci. Dan masih banyak lagi istilah lokal yang memiliki pemaknaan yang sama.

source foto: https://www.facebook.com/martawan

 

Berikutnya, terkait dengan ilmu pengetahuan di bidang pertanian dalam arti luas, diyakini pula manifestasi Tuhan sebagai “Sangyang Bathara Tumuwuh” (Tuhan sebagai sumber pengetahuan suci tentang tumbuhan/pertanian). Atas dasar pengetahuan yang benar berdasarkan petunjuk Sang Pencipta, warga baru boleh mengolah atau menafaatkan alam/bumi untuk usaha pertanian. Keyakinan tersebut melahirkan Hari Suci Tumpek Wariga, dan lainnya.

Continue Reading

Comments (0)

Ambu Penjor, Maknai Spirit Kemenangan Jagat

Tags: , , , ,

Ambu Penjor, Maknai Spirit Kemenangan Jagat

Posted on 01 September 2012 by Made Nurbawa

Setiap Hari Suci Galungan dan Kuningan, Ambu pasti selalu nampak segar disepanjang jalan. Menghias indah buluh bambu, Penjor.

Pakraman Hindu di Bali membuat penjor, sebagai bentuk penghormatan Sang Pencipta, Semesta Raya.

Dari sebuah sumber dijelaskan, “Galungan berasal dari bahasa Jawa Kuna yang artinya menang atau bertarung. Galungan juga sama artinya dengan dungulan yang juga berarti menang”. Dalam lontar Purana Bali Dwipa dijelaskan Galungan pertama kali dirayakan pada Hari Purnama Kapat, Budha kliwon Dungulan tahun Saka 804 atau tahun 882 Masehi.

Dan dalam perayaan Galungan dan Kuningan kali ini, saya diingatkan akan falsafah “Tri Hita Karana” yaitu falsafah hidup masyarakat Bali yang memuat tiga unsur membangun keseimbangan dan keharmonisan hidup. Dalam lontar pun dijelaskan Bali sebagai Padma Bhuana, yaitu; Pusat Dunia.

Lalu apa hubungannya dengan Ambu dan Penjor? Penjor dibuat dan dilengkapi dengan bahan alami, simbulisasi dari sandang, pangan dan papan. Membuat Penjor saya jadi diingatkan bahwa; pentingnya ketaatan manusia Bali untuk melestarikan lingkungan hidup yang dapat menjaga kelangsungan hidup. Diantarnya dengan meyakini dan melaksanakan enam komponen “SAD KERTIH”, enam sumber kesejahteraan, dalam pemanfaatan dan penataan ruang yaitu:

Continue Reading

Comments (0)

Sagung Wah, Perwujudan Icon Kota Tabanan

Sagung Wah, Perwujudan Icon Kota Tabanan

Posted on 22 May 2012 by Wahya Biantara

Setelah penantian yang panjang, patung Sagung Wah pun akhirnya berdiri tegak tepat di area catus pata (perempatan) depan Gedung Maria.

Nyoman Nuarta, Sagung Wah Tabanan

Nyoman Nuarta, oleh Nengah Januartha

Patung yang terbuat dari perunggu ini kini berdiri tegak di jantung Kota Tabanan. Sebuah karya dari Putra Tabanan, Nyoman Nuarta seorang pelopor gerakan seni rupa baru pada tahun 1976. Kabarnya Nuarta memberikan patung yang berharga miliaran rupiah ini secara cuma-cuma kepada pemerintah daerah Tabanan, sebagai wujud cintanya terhadap tanah kelahirannya.

Patung Sagung Wah yang lama pun dibongkar. Sebelumnya pada tahun 1990an telah dibuat patung Sagung Wah yang sangat bagus oleh pemerintah daerah. Tampak seorang perempuan berdiri diatas tandu dengan empat orang pendamping, mengangkat sebilah keris, sebagai salah satu bentuk perlawanan beliau kepada penjajah saat itu. Tahun 2010 kemudian patung Sagung Wah ini kembali dipercantik.

Sagung Wah Tabanan

6 November 2010, oleh Agus Very

Patung Sagung Wah yang lama ini berlokasi tepat disebelah utara pintu gerbang Gedung Maria menghadap ke timur. Memang lokasi patung Sagung Wah yang lama ini tidak begitu menarik perhatian pengguna jalan.

Kini patung perunggu buah karya Nyoman Nuarta pun terletak di tengah-tengah jantung kota, yang tentunya akan menarik perhatian semua mata baik yang datang dari arah utara ataupun selatan.

Namun konsep patung yang baru ini berubah total. Jika sebelumnya Sagung Wah berada diatas tandu dan membawa sebilah keris, pada patung yang baru ini Sagung Wah berdiri diatas punggung burung Garuda, dengan sebilah keris di tangan kanan dan Tri Sula di tangan kiri.

Akhirnya pada tanggal 20 Mei 2012, patung Sagung Wah ini pun diresmikan dan dilakukan upacara pemlaspan. Seluruh lapisan masyarakat pun hadir termasuk sang maestro yang langsung datang dari Bandung, tempat ia tinggal saat ini.

Berikut ini adalah beberapa foto pada saat upacara peresmian, yang diambil oleh teman-teman dari Tabanan Photographer Forum

 

Sagung Wah, adalah sebuah icon yang tepat untuk mengkomunikasikan bahwa penguasa di Tabanan pada saat ini adalah seorang perempuan pertama di Tabanan bahkan di Bali yang memegang jabatan tertinggi di Pemerintah Daerah Tingkat II. Hal itu kemudian diperkuat dengan sejarah hidup Sagung Wah yang begitu heroik.

Comments (3)

Ma, Luna sebenernya orang apa sih

Ma, Luna sebenernya orang apa sih

Posted on 22 April 2012 by inapendit

“Ma, Luna sebenernya orang apa sih?” Tanya Luna kepadaku. Hidup dalam keberagaman suku dan agama bagi gadis berumur 3 tahun, adalah hal yang sangat berat sekaligus menarik untuk dicermati.

Mungkin buat orang lain akan mudah saja menjawabnya. Kamu orang Bali atau kamu orang Batak. Tapi jawaban sekedarnya seperti itu tidak akan diterima oleh nalarnya yang melebihi anak seusianya. Luna akan terus melanjutkan dengan pertanyaan berikutnya. “Mengapa ninik ke Pura?, kenapa Tante Septi pakai kerudung?”

Lunetta Nysa Harmonie yang biasa dipanggil Luna, lahir 11 Juli 2006 di Bandung. Dia memang hidup dalam lingkungan dengan budaya dan agama yang beragam. Luna memiliki darah Madura, Bali dan Jawa dari aku sebagai ibunya.

Continue Reading

Comments (4)

Memaknai Hidup Bersama Sawung Jabo

Tags: , , ,

Memaknai Hidup Bersama Sawung Jabo

Posted on 20 April 2012 by dwitanaya

Dulu pernah berdebat keras dengan Iwan, jaman penggarapan album Kantata Takwa. Iwan ngotot bilang gak nyampe suaranya. Aku ngotot bilang nyampe. Iwan take lagi dan ternyata nyampe. Sehabis rekaman Iwan langsung cabut; masih kesal.

Itulah salah satu kisah yang diceritakan Sawung Jabo, atau biasa kami panggil mas Sawung, seorang seniman kawakan Indonesia di Cleo Studio, Tabanan, Bali kemarin (kamis,19 april 2012) sore. Iwan yang dimaksud tentu Iwan Fals. Topik saat itu adalah tentang ‘maunya lagu’. Maksudnya gini : sebuah lagu pada dasarnya bisa saja kuncinya direndahkan untuk mengakomodir jangkauan vokal penyanyi, atau sebaliknya dinaikkan.

Sawung Jabo

Sering terjadi, sebuah lagu pada dasarnya memang harus dinyanyikan di kunci standarnya. Itulah nada terbaiknya. Mood yang paling pas, sehingga kadang penyanyi harus melawan batasan, atau tepatnya batasan range vokal yang dia yakini.

Kalau masih tidak sampai, ya mungkin sebaiknya ganti vokalis :p. Pada kejadian legendaris tadi, Iwan Fals tidak yakin bisa menjangkau sebuah nada. Sawung memaksa. Dan ternyata bisa. Meski pulang dengan perasaan dongkol, besoknya Iwan datang sambil tersenyum, “ternyata gue bisa ya?”.

Obrolan santai berbau workshop di sore yang sejuk kemarin itu berlangsung seru. Teman-teman Sanggar Anak Angin yang hadir sekitar 12 orang, yang akhirnya menjadi 18 orang ketika malam menjelang. Tidak ada agenda khusus sebenarnya. Mas Sawung datang, ditemani Mbok Ayu Weda, ke Cleo Studio berbagi cerita dan apa yang dia yakini sebagai seniman, seperti biasanya, seperti yang terjadi selama setahun ini.

Tidak ada acara resmi atau seremonial. Santai saja mengalir selancar tawa lepas. Selancar guyonan iseng soal balada superstar, soal hal serius macam pilihan hidup menjadi seniman. Saya pribadi merasakan betapa Mas Sawung telah melepas atau bahkan mungkin tidak pernah memakai status “artis” nya. Berbicara dengannya seperti seorang sahabat yang kebetulan saja lebih tua 30 tahun.

Nama Sawung Jabo mungkin tidak akrab di telinga khalayak masa kini. Maklum, seteleh gegap gempita era Kantata Takwa, Kantata  Samsara, Swami, Dalbo atau pun Kantata Revolver (supergrup yang line upnya musisi macam Iwan Fals, Yockie Suryoprayogo, Totok Tewel, Inisisri, Naniel, Nanoe ataupun seniman besar W.S Rendra dan pengusaha pecinta seni Setiawan Djodi),  Jabo lebih banyak berkesenian dengan grup yang dia dirikan sejak era 80-an, Sirkus Barock.

Sirkus Barock sebenarnya secara rutin meliris album, walau untuk kalangan terbatas dan jumlah terbatas. Personel Sirkus Barock sebagian besar diisi oleh seniman seniman muda berbakat yang berdedikasi tinggi terhadap keyakinannya, musik dan seni. Ada Joel, seorang gitaris berpenampilan sederhana dari Aceh.

Ada Ucok, pemain biola berwajah garang tapi ternyata ramah dan bercita cita membuka warung kopi. Dan beberapa personil lain yang saya agak lupa namanya karena belum sempat berinteraksi lebih jauh. Mereka adalah sedikit dari sekian banyak kantong kantong seni yang kalau boleh dibilang “dibina”, diajak berinteraksi dan berkarya oleh Sawung di Indonesia.

Di Jawa Timur ada grup Langit, yang sudah menghasilkan karya album bersama Sawung. Di Jogjakarta ada Joglo Jabo, sebuah persembahan untuk sang maestro dari komunitas seni disana. Selain bermusik, Jabo sering diminta menjadi Juri festival musik, ataupun menjadi pembimbing workshop daya olah kreasi di beberapa daerah di Indonesia.

Kami termasuk yang beruntung pernah menjadi bagian dari workshop tersebut. Berlangsung selama seminggu di Tanah Lot pada April 2011 silam, banyak hal yang kami dapatkan. Yang sangat mengesankan tentu saja pengalaman tampil  berkolaborasi bersama Jabo, Totok Tewel, Oppie Andaresta dan Ayu Weda di Taman Kota Tabanan sebagai puncak acara workshop membawakan lagu-lagu yang kami kerjakan selama workshop. Sebuah pelajaran hidup yang sangat berarti.

Pertemuan kemarin itu seperti biasa kami jadikan kesempatan untuk jamming (bermain bersamasecara dadakan), mengerjakan materi baru untuk album Anak Angin perdana. Sebelumnya sudah 2 lagu kami selesaikan lewat jamming serupa. Tapi tetap saja kami terkagum kagum melihat dan mengalami proses kreatif bersama Jabo.

Betapa lihainya dia menuntun, memancing kreatifitas dan keyakinan diri kami sehingga satu lagu lagi tergarap. “Balada Padamu Negeri” judulnya.  Sebuah balada satir tentang negeri yang koyak tercerai berai, ya Indonesia kita tercinta, dengan aransemen nyeleneh khas Jabo. Sebenarnya, saat itu saya sedang sakit gigi parah. Menyanyikan nada yang tidak familiar dan tidak terduga arahnya, sudah cukup menambah pening.

Namun disitulah letak kerennya. Pada umumnya, siapapun akan terintimidasi oleh kehadiran seniman besar dalam proses kreatifnya, tapi saya tidak terintimidasi. Saya yakin teman yang lain (Iwan, Anang, Andre,Ompong) juga tidak. Kami berkreasi dengan semangat. Saya melupakan rasa sakit.

Lima (5) jam berlalu sungguh tak terasa. Semoga lain kali masih banyak kesempatan berkumpul dalam Lingkaran Aku cinta Padamu.
Salam Bathin, Guru Hidup. ACP (Aku Cinta Padamu)

Tabanan.20042012

 

Survey Lokasi Kemah Budaya 2012 di Pantai Soka

Note : Salam Bathin dan ACP adalah salam akrab di lingkaran pergumulan seni Sawung Jabo

Comments (1)

children-tv

Mebalih Tipi

Posted on 09 March 2012 by Made Nurbawa

Mebalih Tipi yuk,,, demikian kenangan saya waktu masa kecil di era tahun 70-an. Ketika itu paman saya mengajak saya jalan-jalan menuju kantor Kecamatan Tabanan mebalih TIPI. Saya pun belum mengerti bagaimana bentuk TIPI, dan tidak mengerti mebalih TIPI itu seperti apa? Saya pun berangkat dengan penasaran.

Sesampai di depan kantor Camat (Areal Taman Kota Sekarang), saya hanya melihat kerumunan orang berdiri di jendela rumah dinas disebelahnya. Karena saya masih kecil, saya pun tidak bisa melihat kedalam. Terhalang oleh orang-orang dewasa yang menghadap ke dalam. Saya hanya bisa melihat beberapa lukisan didinding. Beberapa menit saya mengira lukisan-lukisan itulah TIPI yang di tonton orang.

Continue Reading

Comments (0)

Cak Kolosal 5000

Tags: , , , ,

Cak Kolosal 5000, Sebuah Pencapaian Pelestarian Budaya

Posted on 31 January 2012 by dwitanaya

Mungkin banyak yang tidak tahu, (atau banyak yang tahu?) bahwa pada suatu Jumat malam tanggal 29 September 2006 silam, di Tanah Lot dilaksanakan sebuah event akbar dan kolosal. Pemecahan rekor MURI Cak 5000.Ok, mungkin saat ini banyak yang merasa pengejaran rekor MURI tidak lebih dari sebuah usaha pencitraan. Mungkin. Tapi mari kesampingan dulu semua praduga.

Cak Kolosal 5000 ini diadakan atas prakarsa seorang maestro tari Tabanan, Bapak Ngurah Supartha (alm).Persiapan dilakukan sekitar 2 bulan lebih yang melibatkan 6500 lebih penari cak.(6400 Penari yang akhirnya ikut pentas). Pentas dibuka dengan doa yang dipimpin oleh pemuka dari 5 agama/aliran kepercayaan.

Peliputan acara ini juga tidak main main, karena dari TVRI dan Metro TV secara khusus membeli hak siar dan mendokumentasikan acara ini. PUluhan fotografer amatir dan profesional yang datang dari berbagai daerah di Indonesia juga ikut merekam momen bersejarah ini.

Berikut beberapa momen yang terekam melalui mata lensa saya :

… dan beberapa bulan kemudian sang penggagas acara, bapak Ngurah Supartha meninggal dunia.

Comments (0)