Om Ricky membawakan lagu Soldier Of Fortune yang dipopulerkan oleh Deep Purple di Wantilan Pasar Senggol dalam acara Malam Minggu Kopi Darat (MMKD ), 16 Maret 2013
Posted on 03 April 2013 by Wahya Biantara
Om Ricky membawakan lagu Soldier Of Fortune yang dipopulerkan oleh Deep Purple di Wantilan Pasar Senggol dalam acara Malam Minggu Kopi Darat (MMKD ), 16 Maret 2013
Posted on 01 January 2013 by Wahya Biantara
Banyak hal telah terjadi di tahun 2012 baik itu sedih, senang, tertawa, emosi, pertengkaran dan kisah persahabatan. Video diatas adalah secuil kisah yang terekam di kota Tabanan tahun 2012.
Posted on 24 October 2012 by Wahya Biantara
Minggu 21 Oktober 2012, kami berangkat menuju Banjar Pacung dan Banjar Pagi, Senganan, Penebel. Setelah beberapa minggu sebelumnya, kami membantu memperbaiki atap rumah salah satu warga di Pacung, kini kami datang kembali untuk memutar sebuah film yang berjudul “Kita Vs Korupsi”.
Banjar Pagi dan Pacung terletak tidak jauh dari Desa Jatiluwih yang mungkin lebih dulu sudah kita kenal. Berada di selatan Gunung Batukaru, Banjar Pagi dan Pacung termasuk salah satu Banjar yang sudah tua. Daerah ini masih belum terlalu banyak terjadi perubahan. Pertama kali datang kesana, kita akan merasakan aura yang sangat kuat akan kondisi dan suasana Bali sesungguhnya. Penduduk yang sebagian besar bercocok tanam dan berkebun, seolah-olah menguatkan aura kehidupan alami sesungguhnya.
Posted on 22 July 2012 by Wahya Biantara
Sebagian dari kita mungkin belum mengerti apa sebenarnya pelayanan publik. Video berikut adalah sebuah ilustrasi yang menarik bagi kita yang ingin mengerti lebih jelas mengenai konsep pelayanan publik di negeri ini.
Sangat mengejutkan memang, dari 183 negara di dunia, Indonesia saat ini berada pada posisi ke 129 dalam pelayanan publik. Begitu burukah pelayanan publik di Indonesia hingga berada jauh dibawah India dan Vietnam?
Jika sudah menonton video diatas, maka akan sedikit terbuka pengetahuan kita mengenai pelayanan publik. Memberikan pelayanan publik yang baik adalah kewajiban pemerintah. Hal ini dikarenakan oleh rakyat yang telah mempercayakan seluruh pengelolaan kekayaan negara kepada pemerintah.
Mulai dari pelayanan publik di rumah sakit, sekolah, transportasi, pajak, taman kota dan lain sebagainya. Masih banyak pejabat kita yang menganggap atau dianggap sebagai penguasa dimana mereka harus dilayani. Pada video ini lebih jelas lagi dideskripsikan bahwa pemerintah harusnya melayani rakyat, karena rakyat telah memberikan kepercayaan untuk mengelola sumber daya tersebut dan telah tertulis dalam undang – undang dasar.
Dijelaskan pula dalam video bahwa ada tiga hal yang menyebabkan pelayanan publik di Indonesia yang buruk:
Untuk memperkuat gerakan perubahan pelayanan publik di Indonesia, maka dibuatlah simpul – simpul diberbagai daerah, salah satunya di Bali
Di Bali, Sloka Institute ikut bergabung menjadi simpul Masyarakat Peduli Pelayanan Publik yang disingkat MP3. “Lembaga atau individu juga bisa ikut bergabung pada gerakan MP3 ini,” jelas Agus Suberdana yang sempat mengikuti diskusi tentang MP3 ini di Jakarta.
MP3 bertujuan mewujudkan terpenuhinya hak-hak dan kebutuhan dasar melalui pelayanan publik yang dilakukan pemerintah dan sektor swasta. Tujuan lain adalah mendorong munculnya kebijakan pelayanan publik yang menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak dasar baik di tingkat nasional maupun daerah. MP3 terdiri dari berbagai unsur masyarakat seperti LSM, Ormas, Individu, Akademisi, dan lain-lain.
Sudahkan Anda merasa pelayanan publik di daerah kita maksimal?
Posted on 21 July 2012 by Wahya Biantara
Video ini diambil pada saat kegiatan Tabanan Creative Festival #01 diadakan. Mulai dari persiapan sampai berakhirnya acara pun lengkap tertangkap dalam video ini. Setiap karya dan pentas tertata dengan rapi dan sangat mengesankan. Selamat menonton
Posted on 09 May 2012 by jayanegara
Sebuah ekspresi perjalanan seorang Made Talop. Hamparan sawah yang dulu ada, kini berubah menjadi bangunan-bangunan beton.
Posted on 07 May 2012 by kaliaja
“Pekak Galau” adalah sebuah karakter animasi yang ‘galau’ akan profesinya sebagai petani tidak ada yang meneruskan, sebab generasi sekarang kebanyakan malu untuk menjadi petani. Pekak ingin menyebarkan kegelisahaannya dengan berkampanye untuk merubah pemikiran kita tentang petani.
Pada episode ini, Pekak Galau sangat gundah ketika anak dan cucunya tidak lagi senang turun ke sawah. Mereka lebih memilih untuk bekerja di kantor, pabrik, PNS atau kapal pesiar.
Kemudian ketika melihat cucu bersama pacarnya berpakaian seperti akan berangkat ke sawah, sungguh senang hati Pekak Galau. Karena ternyata pemikirannya salah selama ini.
Namun, apa yang dia pikirkan ternyata salah. Bukannya ke sawah, cucu dan pacarnya sedang melakukan foto pra pernikahan, dengan menggunakan baju dan perlengkapan ke sawah.
Kemudian Pekak kembali resah dan galau segalau galaunya.
Posted on 22 April 2012 by jayanegara
Ini adalah kisah pertama Made Talop. Pada kisah ini Made Talop yang sedang asik bekerja di sawah, ditemui oleh seorang investor asing yang ingin membeli sawahnya. Bagaimana sikap Made Talop? Saksikan kisah selanjutnya.
Posted on 02 March 2012 by Wahya Biantara
Ditengah maraknya organisasi masyarakat yang diperbincangkan saat ini baik di media konvensional maupun moderen, kami berusaha tetap pada jalur kami untuk melakukan perubahan.
Pagi itu, hari minggu 19 Februari 2012, seluruh tenda telah terpasang dengan rapi sesuai dengan tata letak yang telah ditentukan sehari sebelumnya. Cuaca sedikit mendung membuat kami merasa agak cemas, apakah acara bisa berjalan dengan lancar atau tidak. Ya, pada hari itu, kami telah membuat sebuah karya untuk kemanusiaan dengan mengadakan lomba menggambar dan juga ngamen sosial untuk penggalangan dana kemanusiaan yang kami berikan kepada sahabat kami di Tabanan.
Posted on 30 January 2012 by Wahya Biantara
Beradasarkan berita yang disampaikan oleh rekan kami Dony Wismayana pada berita sebelumnya mengenai kakak beradik yang tidur di kandang ayam tersebut, akhirnya kami pun memulai berinisiatif untuk melakukan penggalangan dana.
Saat itu, penggalangan dana kami set akan bertempat di tempat yang sama seperti acara donor darah pada kegiatan sebelumnya yaitu di Patung Wagimin Tabanan. Setting acara pun kami tetapkan sama, yaitu pengumpulan dana dengan cara melakukan ngamen sosial dan juga donor darah.
Komentar Terakhir