Beberapa waktu yang lalu di Rumah Belajar Akasa, ketika tiba waktu untuk belajar anak kelas 5 aku dan salah seorang volunteer asing, Jacky memutuskan untuk menggabungkan mereka semua dalam diskusi kelompok. Dan tau apa yang terjadi? Beberapa anak laki-laki menolak untuk bergabung dengan alasan yang tidak masuk akal. Kalau satu kelompok dengan anak perempuanĀ nanti dipanggil “banci”, begitu kata mereka.
Ya karena kami tidak memaksakan kehendak, akhirnya 4 anak lelaki yang sebentar lagi menginjak remaja ini kami biarkan lepas dari elompok besar. Aku jadi heran kenapa hanya mereka yang menolak, sedangkan anak lelaki lainnya dengan senang hati bergabung. Ketika ditanya pun aku hanya mendapatkan jawaban yang tidak masuk akal, ya seperti tadi.




Komentar Terakhir